Rabu, 17 Mei 2017

"Mas-nya Ganteng ya...?"

Hi folks! Sorry for being away so long, I just couldn't managed to actively writing notes with decent story in it while working pretty much 24/7 yet. But, I'll try hard to get there. This time I just want to share some nice/quite funny and interesting story, but I'll use pretty much Bahasa instead of English. Entah mengapa tiba-tiba ingin menulis pakai bahasa Indonesia aja. But this story today it is not for me to brag anything. Jadi gue tidak punya maksud apa-apa selain sharing cerita ke kamu (iya kamu.. :D). Here we go.

Girls all of a sudden are into me. Tiba-tiba gue jadi banyak diperhatiin oleh lawan jenis.

Kaget? Sudah pasti. Nggak nyangka? Banget! Haha.. Kalau lu nggak mengenal diri gue secara langsung, mungkin pertanyaan ini cukup absurd untuk ditanyakan. Cuma let me get this straight. I was never be a center of attention to girls. Well, at least up to this day. Gue lumayan menghabiskan waktu di 'belakang panggung' dengan menjadi laki-laki yang tidak mencolok (tidak mencolok ape lu kate?! Dandanan lu aje udah kaya mau tampil di Tipi! Ngaca!). Haha.

Well, it is true. Kalau pun lu hanya ngikutin cerita-cerita gue dari awal, harusnya lu udah pada nyadar kalau gue jaraaang (hampir gak pernah) nyeritain khusus soal lawan jenis, entah soal perempuan yang lagi gue taksir atau pun temen-temen cewek gue. Karena sampai sekarang pun tidak menganggap diri gue sendiri sebagai laki-laki yang boyfriend-able alias kayaknya gak cocok dijadiin pacar. Mendingan dijadiin sasaran friend-zone atau pun sahabatan tempat curhat doang.

Jadi, setelah bertahun-tahun mempercayai bahwa yang tertarik sama gue cuma kaum om-om genit dan mas-mas necis doang (true story serius!), gue sedikit takjub, amazed. Emang ada sesuatu yang baru yak sama diri gue sampe bisa di notice sama senpai, eh maksudnya, di notice sama lawan jenis? Apa gaya berpakaian gue beda? Enggak juga. Apa gaya jalan gue beda? Sama aja ah. Apa cara gue ngomong beda? Kayaknya gak ada yang berubah. Trus setelah gue cerita sama salah satu temen gue, dia bilang kalau gue mungkin udah 'mateng'. Dia bilang, "Ibaratnya buah, lu udah bisa dipetik dan dimakan. Jadi makanya kenapa sekarang kayaknya lu bisa menarik perhatian karena ibaratnya siapa gitu yang gak tertarik liat buah mateng kalau di pasar?" Hahaha.. Tauk ah gelap! Anyway, ini beberapa cerita yang berhasil gue rangkum soal pengalaman gue akhir-akhir ini mendapatkan kalimat, "Mas-nya ganteng ya?"

Scene 1. Mbak Pizza

Malam itu gue mendadak pengen makan Pizza. Jadilah gue masuk ke salah satu gerai Pizza waralaba yang udah mendunia itu.
Gue : "Selamat malam, mbak. Saya mau takeaway."
Mbak Pizza : "Eh Mas Aldi, ya ampun udah lama banget nggak kesini, mas? Kok baru kesini?"
Gue : *Kaget "Eh, i-iya mbak, kebetulan lagi sibuk banget di kantor."
Mbak Pizza : "Oooh.. Gitu. Mau pesen apa jadinya, mas?"
Gue : "Paket takeway aja mbak, Pizzanya yang ini sama ini (sambil menujuk jenis pizza di dalam buku menu). Pinggiran keju ya mbak."
Mbak Pizza : "Mas-nya ganteng, ya?"
Gue : "………" *tersenyum selebar mungkin tapi diam tanpa kata.
Jujur, mbak Pizza, siapa pun namamu, gue mau ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya karena udah perhatian sama gue tanpa diminta. Walaupun kita belum kenal, tapi mbak sudah ngepoin saya diam-diam terus-terusan. Haha. Karena si mbak Pizza ini bukan sekali dua kali aja ngeluarin selentingan yang bikin gue speechless. Contohnya seperti ini :
Gue : "Siang, mbak. Saya mau pesen meja buat dine-in."
Mbak Pizza : "Eh mas, mari silahkan disebelah sini." *berjalan ke arah meja* "Jika sudah siap memesan bisa bersama teman saya disana."
Gue : "Terima kasih, mbak."
Mbak Pizza : "Mas, mau tanya aja nih? Mas kok kalau kesini selalu sendirian sih?! Emang gak punya pacar?"
Gue : "…………."
Atau pas sekali waktu si mbak Pizza tanya gini,
Gue : "Mbak mau pesan take away, Pizza yang ini dan yang ini ya (sambil menunjuk menu)."
Mbak Pizza : "Baik mas, semuanya seratus tiga puluh tiga ribu."
Gue : "Oke mbak." *sambil membayar
Mbak Pizza : "Mas. Mau tanya aja nih, Mas namanya siapa sih? Soalnya saya perhatiin sering banget makan kesini?"
Gue : "…………"
Sampai saat ini si mbak Pizza ini masih bekerja di kedai Pizza waralaba itu loh. Sepertinya juga masih senyum senyum sendiri kalau melihat gue jalan depan kedai Pizza itu. Moving on!

Scene 2. Mbak Toko Sepatu

Ceritanya gue emang suka sama salah satu brand sepatu Indonesia yang suka buka kios di mall-mall. Hari itu gue rencananya mau beli sepatu baru untuk keperluan dateng ke kondangannya temen gue.

Gue : *Berjalan mendekati toko sepatu, mau melangkah masuk ke dalam toko
Mbak Toko Sepatu : "HAI, MAS!!!! IH UDAH LAMAA YA NGGAK MAIN KESINI??!!!!" (iya, memang si mbak Toko Sepatu ini hampir setengah berteriak saking senengnya liat gue mungkin?)
Gue : *Kaget "Eh, i-iya mbak. Baru mau cari sepatunya sekarang mbak."
Mbak Toko Sepatu : "Ooh.. Yaudah mas dilihat-lihat dulu, lagi diskon nih!" *berjalan menuju meja kasir.
Gue : "Oke mbak."
Mbak Toko Sepatu : *Dari meja kasir, si mbak ini menggerakkan tangannya memberikan isyarat memanggil kepada salah satu temannya "Psssst! Eh sini, itu loh mas yang aku ceritain kemaren! Mas yang ganteng!"
Gue : *Setelah mendengar percakapan rahasia si mbak dan temannya, tetapi si mbak kelewat keras suaranya *langsung taruh sepatu yang lagi dilihat *tersenyum lebar *Kabur!
Hahaha.. Tuh kan, siapa yang nggak kaget coba tiba-tiba dijadiin bahan pembicaraan sama orang asing. Lucunya lagi si mbak ini suka teriak-teriak manggil-manggil gue dari jauh kalau kebetulan gue lewat di depan toko sepatu itu. Seperti ini

Gue : *melangkah maju dari eskalator menuju supermarket
Mbak Toko Sepatu : "MAAASSS!!!! AYO KESINI DONG! LIAT SEPATU! MAS NYA UDAH LAMAAA DEH NGGAK KESINI! KOK GAK KESINI LAGI??!!!" *karena kebetulan toko sepatu ini posisinya ada di depan eskalator
Gue : *langsung mempercepat langkah
Lanjut ke kejadian yang ketiga

Scene 3. Ibu Penjual Gado-Gado

Di suatu kios gado-gado langganan, gue ngantri untuk memesan satu porsi gado-gado pedas untuk makan siang. Situasinya gue menggunakan motor dan gue memesan tanpa membuka helm gue.
Gue : "Bu, pesen gado-gadonya satu. Pedes. Dibungkus ya ibu."
Ibu Gado-Gado : "Iya mas."
Beberapa menit kemudian
Ibu Gado-gado : "Ini sudah, Mas."
Gue : "Berapa, bu?"
Ibu Gado-Gado : "Tiga belas ribu, mas"
Gue : *buka helm *mengambil uang untuk membayar "Ini ibu, terima kasih."
Ibu Gado-Gado : "Ih Mas-nya ganteng, ya?"
Gue : "………" *tersenyum aja sambil nyalain motor trus pulang
Next!

Scene 4. Mbak Kasir

Ceritanya gue mau beli box plastik buat taruh taruh barang. Datanglah gue ke salah satu supermarket lokal untuk mencari box plastik itu. Gue naik ke lantai 3 gedung supermarket itu.
Gue : "Maaf mbak, box yang ini harganya berapa ya?"
Mbak Penjaga : "Saya cek dulu mas" "Harganya seratus tiga puluh ribu, mas."
Gue : "Oke mbak, saya bayar disini ya?"
Mbak Penjaga : "Bayarnya di lantai dua, mas."
Gue : "Oh.. Oke mbak."
Turun lah gue ke lantai dua gedung supermarket itu. Kondisi lantai dua kosong tidak ada pembeli. Hanya ada gue dan tiga orang mbak penjaga yang sedang menjaga kasir.
Gue : "Mbak mau bayar ini."
Mbak Kasir 1 : "Sini barangnya mas, di scan dulu."
Mbak Kasir 2 : *dari tadi nyuri-nyuri pandang ke arah gue "Abangnya ganteng ya…?"
Gue : *Kaget! "……………" *senyum
Mbak Kasir 3 : "Cieeee…. Bang! Teman aku ini (Maksudnya si mbak kasir 2) single pula lah dia? Abang mau kah sama teman aku ini?"
Gue : "……….." *senyum *gue gak tau mau jawab apa
Mbak Kasir 3 : "Bang, kok diam aja? Aku serius, teman aku ini sedang cari pasangan. Abang mau tak sama dia?"
Gue : "E-eh, kalau cari pasangan mending yang orang sini aja, kalau sama saya ntar ditinggal terus ke luar kota." *ngeles
Mbak Kasir 3 : "Tak apo, bang. Tapi abang mau nggak?"
Mbak Kasir 2 : *tersipu malu-malu mau
Mbak Kasir 1 : "Eh ini ndak terbaca harganya. Tanya dulu kau ke atas" *si mbak Kasir 1 nyuruh mbak Kasir 2
Mbak Kasir 2 : "Sini." *si mbak ini mulai berjalan ke tangga menuju lantai 3. Tapi bukannya naik trus tanya, si mbak Kasir 2 ini teriak dari bawah "EH~! KOTAK PLASTIK PUNYA ABANG YANG GANTENG INI BERAPO HARGANYA?" "CEPET INI ABANG GANTENGNYA SUDAH MAU PULANG!"
Gue : "……….."
Mbak Kasir 1 : "Sudah, mas. Semuanya seratus tiga puluh ribu."
Gue : "Ini uangnya, mbak. Terima kasih" *berjalan menuju tangga turun dan keluar dari supermarket
Mbak Kasir 2 : "Baaangg… nanti sore belanja lagi yo bang kemari. Ganteng kali abang nih"
Gue : "……….." *cepet-cepet kabur keluar
END OF STORY

Well, intinya lucu aja sih, gue yang kayaknya tidak pernah "kelihatan" sama cewek-cewek eh tiba-tiba banyak yang nyapa walaupun orang asing. Terlebih banyak stranger yang tiba tiba bilang "Mas Ganteng", kan jadi mengejutkan buat gue dapet perhatian semacam itu. Sebenernya masih banyak kejadian "Mas-nya ganteng" yang belum gue ceritain, tapi maybe next time yaaa. Entah kenapa masih rada aneh aja dengernya. Walaupun gue terima kasih banget sih ada yang memuji, soalnya gue aja nggak pernah menganggap diri gue itu ganteng dan biasanya yang suka bilang ganteng ke gue kalau nggak mamah ya kakak aku yang perempuan. Itu aja. Jadi tiba-tiba dapet pujian dari orang asing lumayan lucu juga.

Kalau lu adalah salah satu temen gue yang sedang baca blog ini, kira-kira kalian tau nggak ya kenapa? Ada yang bisa kasih tau saya? Kalau menurut lu yang kebetulan baca blog gue ini, kira-kira kenapa ya? Hihihi… Semoga ceritanya menghibur. See you on the next post! Cheers!