Jumat, 30 Mei 2014

Schlumbergerventure : A Journey with The Blue Company (Part 4)

Hey guys. It's been a while and you don’t know how I am missing writing the story for some of you to read for. LOL.

Last part of Schlumbergerventure, which is Part 3 was telling about how I get into this cool company. Now I am already sitting inside the company, I will tell you the rest of the stories from the day that I am called as Trainee until now. Last but not least, gue rasa ini jadi bagian terakhir Schlumbergerventure untuk saat ini. Jadi, gue bakal kasih sedikit closure diakhir tulisan ini. Bukan berarti gue bakal berhenti untuk menulis cerita tentang ini, tapi buat saat ini sampai disini dulu. Ketika ada momen menarik yang asik buat ditulis, gue bakal kembali menulis Schlumbergerventure. It's a promise.

Setelah akhirnya dinyatakan lulus dalam rekrutment dan dapat titel sebagai trainee, di bulan November 2013 gue dan 19 kawan-kawan lainnya masuk dalam minggu orientasi  perusahaan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Jakarta. Tepatnya sih 6 hari. Haha.. But like my recruiter says, "this is your one week of pleasure" sebelum bener-bener terjun ke lokasi dan bekerja. Di minggu ini gue dan kawan-kawan dikenalkan lebih dalam dengan perusahaan dan semua peraturan dan kebijakan, juga beberapa training dasar tentang keselamatan. After one week is done, it's time to get back to location!

Ketika lu sampai di lokasi lu, berarti itu tandanya masa pre-school lu dimulai. Jadi ada 3 tahapan yang harus dilaluin sebelum lu bisa melepas titel trainee di perusahaan ini. Pertama masa pre-school, terus school, dan terakhir masa post-school. Dimulailah masa masa belajar gue sebagai trainee. Jujur gue itu anak rumahan banget, kenapa gue bilang gini karena ada hubungannya sama orientasi gue di lokasi kerja. Namanya juga anak yang hobinya baca plus menjelajahi dunia virtual, gue jarang banget megang perkakas rumah tangga. Nah, lucunya di lokasi gue udah disuruh suruh aja, "Di, ambilin kunci no 12 yak?" atau "Di, itu kamu ambil *nama alat* di tool house terus bawa kesini". Hari-hari awal gue kadang suka lamaa gitu buat ambilin sesuatu karena gue gak tau bentuk dan rupanya itu alat. Kalau kunci inggris, dkk mah gue tau lah. Tapi yang lain ada yang gue baru denger namanya itu alat. LOL. Ketahuan banget gak pernah disuruh baikin sesuatu dirumah. LOL

Yang bikin gue lucu juga, Palu atau hammer yang paling besar yang pernah gue pake itu juga palu buat mukul paku ke dinding doang. Nah sesampainya di lokasi kerja gue, gue diwajibkan untuk terampil menggunakan palu seukuran 5 Kg (googling deh kalau mau lihat) untuk mukulin koneksi antar pipa. Hahaha.. Gue lucu aja sih biasa megang pulpen sekarang disuruh pegang hammer. Awal-awal yang gue gak biasa lah, tapi sekarang gue bisa dengan bangga menyatakan bahwa gue udah bisa pake hammer gede.

Segmen gue, Well Services, tugas utamanya adalah membuat sumur-sumur minyak dan gas meningkat produksinya atau menjaga/mengembalikan produksi sumur yang menurun performanya. Nah, salah satu caranya adalah dengan memompakan material kedalam sumur. Okeh, logikanya dipake deh sekarang. Untuk memompakan material berarti butuh pompa dan saluran/pipa dari pompa ke sumur kan? Nah sekarang jangan bayangin pompa yang digunain sebesar pompa air lu dirumah, tapi pompanya sebesar mobil truck. Kalau pompanya aja udah segede gitu, berarti jangan bayangin pipa yang disambungin sama kaya pipa air lu dirumah. Pipa yang gue pake sebesar 2-3 in, terbuat dari besi, dan beratnya minta ampun. Belum lagi keran-keran (valve) yang tersedia juga dalam ukuran jumbo yang juga terbuat dari besi dan beratnya ada yang mencapai 150 Kg. Sekarang bayangin gue dan tim gue harus menyusun pipa-pipa besi sampai ke sumur, menyambung keran-kerannya, dan semuanya hampir dikerjakan secara manual which means, gue harus ngangkat-ngangkat pipa besi. LOL. This is one biggest things that I liked the most, or at least it's one of the most excited one. Lucu ngebayangin diri gue yang baikin atap rumah aja nggak pernah tapi sekarang gue bisa ngangkat besi ginian plus pegang hammer. Yah seenggaknya gue bisa fitness gratis secara tidak langsung (beneran loh ini!).

Jadi selama kurang lebih 4 bulan gue belajar di lokasi mengenai apa yang segmen gue kerjain, gimana troubleshooting di lapangan, apa aja yang harus dipersiapkan sebelum job, dan banyak hal teknikal lainnya. Gue ditransfer ke sumur minyak onshore (darat) maupun offshore (laut). Sampai saat ini gue masih kadang  gak percaya seorang Rizaldi bisa mengalami hal yang gak pernah dibayangkan sebelumnya and I am really grateful to God for all of this. Sampai akhirnya gue sampai di masa school. Manajer gue menyetujui untuk gue ambil school di Abu Dhabi, UAE. Nah, setelah masa-masa hectic mempersiapkan keberangkatan ke Abu Dhabi sambil ngerjain ujian ini itu (dan sempurnanya lagi, gue masih berada di laut lepas seminggu sebelum gue berangkat plus manajer gue tiba-tiba liburan ketika gue harus minta tanda tangan dan melakukan review akhir sebelum school), gue berangkat menuju Abu Dhabi di tanggal 18 Maret 2014.

Now I am still in Abu Dhabi, finishing my school and soon going home to Indonesia. Somehow I smile when I remember all the things that happened in the past about how I can get into this company and finally be here, in Middle East. My journey is not ending yet, in fact this is only the beginning. I believe in the future there's hundreds of exciting things for me in this company. Last but not least I hope this story can inspire you much. For you who's struggling and fighting to get into this company, and for you who dreams to get into this company, all I can say is fight for it guys! Schlumberger opens up a lot of opportunities for me and present me with many exciting things. See you later!! Make your own Schlumbergerventure. Cheers! 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar