Kamis, 22 Januari 2015

Copyright Awakening : Cerita tentang Pembajakan


Pada tau nggak copyright itu apaan? Haha.. For some of you maybe this word is quite familiar. Especially when you work in creative industry. Dulu awalnya sih gue ngartiinnya Cuma nggak boleh dibajak. That's it. Jadi ya dipikiran gue membajaknya dalam bentuk gue ambil dan gue jualbeli secara tidak resmi. But then i realize, it's a lot more than just a piracy. Ternyata tentang copyright ini ga se-simpel yang gue kira. Lumayan ribet juga ternyata. Hal yang bikin pikiran gue terbuka soal ini adalah satu notifikasi di akun Youtube gue. Gue kena 'copyright strike'. Artinya salah satu konten video gue melanggar aturan copyright atau istilahnya copyright infringement. Kaget sih awalnya, kok video gue bisa kena beginian. Tapi setelah gue telusurin, gue kena pinalti gara-gara gue pake cuplikan salah satu lagu major label Amerika. Padahal seingat gue Cuma muncul 15 detik doang itu lagu. Tapi ya tetep aja gue kena. Nah dari sini gue mulai cari tau soal copyright. Ceritanya mengedukasi diri sendiri dulu deh.



symbol 'kepemilikan'
Copyright sendiri artinya 'exclusive and assignable legal right, given to the originator to print, publish, perform a film, or record literally, artistic, or musical material'. Maksudnya hak yang diberikan kepada pemilik karya untuk mencetak, menyebarkan, dan menampilkan karya mereka. Bisa berupa gambar, foto, musik,atau  video. Jadi sebenernya walaupun lu Cuma pengen bantuin nyebarin ceritanya atau promosi lagu deh dari band kesukaan elu. Ketika lu masukin lagunya ke  dalam suatu karya punya lu sendiri, contoh gampangnya video Youtube lu, yang bisa dibilang masuk kategori 'copyright thing' itu berarti lu tetep melanggar hak cipta orang lain. Walaupun judulnya bantuin promosi karena yang pertama, itu bukan milik lu, dan yang kedua, hak untuk menyebarkan murni milik pencipta karya dan pihak yang ditunjuk oleh di pemilik karya. Udah dapet konsep umumnya ya? Sekarang gue baru ngeh kenapa para Youtuber yang sering gue tonton jarang banget masukin hal-hal seperti musik, lagu, atau apapun itu yang bisa bikin mereka kena copyright infringement. Kalaupun ada musik itu buatan mereka sendiri atau mereka ambil dari situs penyedia konten gratis di internet. Now i get  the idea.



Setelah lulus di Youtube Copyright School, gue punya beberapa hal yang bisa gue share ke lu semua khususnya soal copyright. Biar kita semua pada melek sama copyright. Gue bikin poin aja deh ya:

1. Nama, Tempat, Wajah itu bukan hak eksklusif. Artinya ketika ada nama lu masuk ke video orang yang mungkin aja sama, lu nggak berhak nuntut. Sama ketika rumah lu tiba-tiba masuk ke tivi, lu juga nggak berhak untuk nuntut stasiun Tvnya.

2. Hak cipta itu berlaku atas konten yang unik, esklusif, and original.

3. Bukan berarti ketika lu melihat dan membaca konten yang berada pada situs yang merupakan public domain, kontennya jadi bebas dan bisa lu pergunakan semaunya. Google, Youtube, Facebook, contohnya. Gak semua yang lu liat di situs ini bebas dan bisa dipergunakan seenaknya.



Jadi intinya adalah, hargai hak cipta orang lain kalau mau hak cipta lu dihormatin juga. Mulai dari sekarang coba dimulai untuk aware soal hak cipta ini. Walaupun sebenernya kita sendiri udah sering banget berurusan sama hak cipta ini, sort of. Misalnya pernah nggak lu tiba-tiba bete karena status facebook lu dijadiin kata-kata buat nembak cewek sama temen lu sendiri tapi temen lu ini nggak nyebut nama lu dan malah bilang itu kata-kata bikinan dia sendiri? Pernah nggak bete gara-gara temen lu dipuji guru/dosen/atasan atas ide briliant dari dia yang ternyata punya elu? Pernah nggak bete karena tiba-tiba artikel yang lu publish di blog dipublish juga di koran daerah lu? Bete, Nyebelin kadang. Soalnya lu ngerasa konten yang lu bikin dari nol tiba-tiba main dipublikasiin aja tanpa pemberitahuan. Apalagi kalau nggak ada kredit ke kitanya. Nah orang orang yang karya musik, film, gambar, fotonya dibajak juga ngerasain yang sama. Mungkin kalau kita skalanya masih kecil banget dibandingkan mereka. Coba aja bayangin konten yang lu punya dibajak, dicopy, dipublish ulang oleh seluruh wilayah di dunia. Serem juga kan? Gak aneh kalau kadang mereka sebegitu protektifnya.



Menurut gue salah satu hal paling aman untuk mempergunakan konten milik orang lain adalah dengan memberikan kredit ke mereka. Karena hitungannya sih lu udah make konten mereka ya sekalian lu juga promosiin mereka gitu. Tapi tetep lu harus priortaskan izin ke pemilik konten dulu. Jangan sampe mereka ngerasa dirugikan atas tindakan lu. Jadi ketika lu lagi dapet tugas bikin paper dan butuh sumber, jangan lupa untuk menyertakan nama pemilik artikel/tulisan/buku yang lu kutip. Begitu juga dengan gambar atau foto yang lu dapet dari internet. Sebisa mungkin apabila konten yang lu pake bukan punya lu sendiri, bikin orang lain yang liat tau itu bukan punya lu. Apabila lu punya konten yang udah disimpan di internet, untuk mempermudah diri lu sendiri dan orang lain, bedakan antara konten yang lu bebasin dan konten yang harus dapet izin dari lu. Misalnya kalau lu nggak mau blog lu di copy orang yang di block artikelnya supaya nggak bisa dicopy, dsb. Inget pesannya kalau mau dihormatin hak ciptanya, lu harus hormatin juga hak cipta orang lain.



In the end, kembali ke diri lu sendiri bagaimana lu mau bersikap soal hak cipta ini. Haha.. Tapi ada satu hal menarik soal pembajakan musik. Ini gue kutip dari mantan personel Oasis, Liam Gallagher. Dia pernah bilang kira-kira begini, "Harusnya musisi yang musiknya dibajak itu nggak perlu komplain berlebihan. Mereka sudah kaya. Mereka pergi menggunakan jet pribadi mereka sendiri. Setidaknya berarti orang-orang mendengarkan musik mereka. Apalagi yang mereka keluhkan?" Haha.. Lumayan ekstrem sih but i leave the judging to yourself! Have a good day, everyone! Cheers! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar